Kerajaan Singhasari/Singosari

Posted: 26 April 2012 in Kerajaan di Nusantara
Tag:, , , , ,

Kerajaan Singhasari

Kerajaan Singhasari berdiri pada tahun 1222 M, berawal dari keberhasilan Ken Arok menggulingkan Akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ketika itu, Tumapel menjadi bagian Kerajaan Kadiri. Kedudukan Ken Arok semakin meningkat setelah mendapat dukungan dari kalangan brahmana untuk memberontak melawan Kadiri dibawah pimpinan Raja Kertajaya.

Kekalahan Kadiri di desa Ganter mengakibatkan tidak ada lagi kerajaan yang berkuasa di daerah Jawa Timur. Keadaan ini memberi peluang bagi Ken Arok untuk mendirikan kerajaan baru di daerah Tumapel. Namanya Kerajaan Singhasari. Meskipun sempat runtuh dikemudian hari, kerajaan tersebut merintis berdirinya kerajaan besar di Nusantara, yaitu Kerajaan Majapahit.

Sumber Sejarah

Berita mengenai Kerajaan Singhasari diperoleh dari cukup banyak sumber. Sumber – sumber itu berupa kitab, catatan, dan prasasti. Sumber –  sumber itu antara lain :

  • Kitab Pararaton, yang menceritakan riwayat raja – raja Singhasari.
  • Kitab Negarakertagama, yang memuat silsilah raja – raja Majapahit yang berhubungan erat dengan raja – raja Singhasari.
  • Berita Cina, yang menyatakan bahwa Kaisar Kubilai Khan mengirim pasukannya untuk menaklukkan Singhasari.
  • Peninggalan yang berupa candi sebagai makam raja – raja Singhasari, seperti Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Singhasari.

  Raja – Raja Yang Pernah Memerintah

1)      Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi  (1222 – 1247 M)

2)      Anusapati (1247 – 1249 M)

3)      Panji Tohjaya (1249 – 1250 M)

4)       Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 – 1272 M)

5)      Kertanegara (1272 – 1292 M)

 Kehidupan Politik

1. Politik Dalam Negeri
Dalam rangka mewujudkan stabilisasi politik dalam negeri, Raja Kertanegara   menempuh jalan sebagai berikut:
o Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya.
o Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya.
o Memperkuat angkatan perang.

2. Politik Luar Negeri

Untuk mencapai cita-cita politiknya itu, Raja Kertanegara menempuh cara-cara sebagai berikut.
o Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu (1275 dan 1286 M) untuk menguasai Kerajaan Melayu serta  melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.
o Menguasai Bali (1284 M).
o Menguasai Jawa Barat (1289 M).
o Menguasai Pahang (Malaya) dan Tanjung Pura (Kalimantan).

 

Kehidupan Sosial

Pemerintah Singhasari selalu berusaha untuk meningkatkan kehidupan sosial masyarakatnya. Semasa Ken Arok masih menjadi Akuwu Tumapel, rakyat hidup aman dan tentram. Keadaan itu menarik minat kaum brakmana Kadiri yang menentang Raja Kertajaya. Mereka melarikan diri ke Tumapel dan meminta perlindungan kepada Ken Arok. Suasana aman dan tentram tetap berlangsung semasa Ken Arok menjadi raja Singhasari.

Semasa pemerintahan Anusapati, kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian. Anusapati larut dalam kesenangannya menyabung ayam. Baru semasa pemerintahan Wisnuwardhana dan Kertanegara, kehidupan sosial masyarakat Singhasari mulai diatur rapi kembali.

Kehidupan Ekonomi

            Kehidupan ekonomi kerajaan Singhasari bersumber dari pertanian dan perdagangan. Alasannya, wilayah Singhasari terletak di daerah pedalaman dan dilalui dua sungai besar yaitu Bengawan Solo dan Kali Brantas. Kedua sungai itu dimanfaatkan sebagai sarana pelayaran dan perdagangan.

Sumber sejarah yang menjelaskan tentang kehidupan ekonomi rakyat Singhasari tidak ditemukan. Akan tetapi, sangat dimungkinkan kalau Singhasari meneruskan kehidupan ekonomi zaman sebelumnya, yaitu kehidupan ekonomi Kerajaan Kadiri.

 

Keruntuhan Singhasari

Singhasari runtuh akibat pemberontakan Jayakatwani. Jayakatwang merupakan raja Kadiri sekaligus raja bawahan Kertanegara. Ketika itu, ia bersekongkol dengan Arya Wiraraja (Banyak Wide), bupati dari Sumenep. Ketika itu kekuatan dalam negeri Singhasari lemah akibat terlalu banyak pasukan dilibatkan dalam ekspedisi ke Sumatra, Bali, dan daerah lainnya. Kekuatan Singhasari semain lemah setelah pengkhianatan salah seorang panglimanya, Ardaraja, putera Jayakatwang sendiri. Kesempatan itu dimanfaatkan Jayakatwang untuk menghancurkan Singhasari.

Serangan pasukan Kadiri tidak terbendung lagi. Kertanegara gugur dalam serangan itu. Salah seorang panglima Singhasari, yakni Raden Wijaya, berhasil melarikan diri bersama tiga serangkai: Ranggalawe, Sora, dan Nambi. Mereka melarikan diri ke Kudadu. Kemudian atas bantuan kepala desa Kudadu, mereka meminta perlindungan Bupati Sumenep, Arya Wiraraja. Pada tahun 1292 M, berakhirlah sudah kerajaan Singhasari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s